Tampilkan postingan dengan label aplikasi. Tampilkan semua postingan

10.3.14

Emulsio: Solusi OIS Pada iOS Device

Mungkin setelah kamu melihat video hasil dari Oppo N1 yang diambil oleh teman-teman komunitas Fotodroids, kamu jadi tertarik untuk membuat video dengan Smartphone. Namun selama tidak menggunakan tripod, kamu akan kesulitan menghasilkan gambar yang stabil, apa lagi jika merekam video sambil bergerak. Beberapa teknologi seperti OIS (Optimize Image Stabilizer) pada Android Smartphone LG memang sangat signifikan, namun bagaimana jika Smartphone yang digunakan belum memiliki teknologi OIS?

Adalah Emulsio, aplikasi video yang dapat menstabilkan video dan membuatnya terlihat bebas goncangan.

5.3.14

Groopic: Take Your Selfie Group Photo by Yourself


Apa yang tidak pernah lupa untuk dilakukan saat hangout bersama teman-teman? Mungkin jawabannya adalah foto bersama. Sehingga biasanya tidak lain dan tidak bukan para pelayan cafe/restauran menjadi korban fotografer dadakan. Namun dengan aplikasi Groopic, tidak perlu lagi meminta bantuan orang asing untuk mengambilkan foto group kamu, sehingga tidak perlu canggung atau malu jika ingin berpose sedikit norak.

27.3.13

New Photo Sharing App: PhotoChat

Memotret.com berkesempatan untuk mencoba (beta testing .red) satu aplikasi photo sharing dari Paloma, developer asal Australia, nama aplikasinya PhotoChat. Dan karena aplikasi ini masih dalam tahap Beta, sehingga aplikasi ini belum tersedia di Google Play, setidaknya sampai saat posting ini dibuat.

27.2.13

Photoshop Touch for Phone!

Sepertinya ini menjadi aplikasi foto editor yang paling ditunggu oleh mobile-photography. Ya, Adobe akhirnya merelease Photoshop Touch for Phone! Selama ini PS Touch dikenal sebagai aplikasi foto editor untuk pengguna yang advance dan hanya hadir khusus di tablet 10", seperti iPad atau Nexus10. Mungkin karena pertimbangan yang lebih nyaman saat mengedit foto di layar yang lebih besar.

29.12.12

10 Aplikasi Foto Editor Terbaik Android! (2012)



Banyak aplikasi, khususnya aplikasi foto editor yang bermunculan di tahun ini. Beberapa aplikasi adalah aplikasi yang telah lama hadir di iOS, tapi sebagian lagi benar-benar baru. Aplikasi-aplikasi yang diseleksi tidak hanya dari kepopuleran aplikasi tsb di kalangan members fotodroids, namun juga pengalaman users dalam menggunakan aplikasi tsb, dan yang terpenti hasil kualitas output foto setelah diedit.

14.12.12

Flickr for iOS: Hadir Dengan 16 Filter Foto

Setelah baru-baru ini twitter membawa 8 filter foto dalam update-an terbarunya, sekarang giliran Flickr membawa perbahan segar dalam update aplikasi mobile mereka. Sayangnya untuk sementara baru tersedia untuk iPhone saja. Mungkin untuk iPad dan bahkan Android harus menunggu sedikit lebih lama.

12.12.12

Twitter Filter Foto untuk Android dan iOS



Akhirnya setelah Instagram menarik dukungan terhadap Twitter, Twitter resmi hadirkan filter fotonya sendiri. Dukungan yang dimaksud di sini adalah foto-foto Instagram sudah tidak dapat tampil di Twitter lagi. Jika sebelumnya dengan me-link/share update Instagram ke Twitter, maka secara otomatis foto tsb muncul di Twitter. Namun sepertinya tidak berlaku untuk twitter client, karena foto Instagram masih dapat muncul di TweetDeck.

7.12.12

Snapseed fo Android!


Akhirnya setelah sekian lama ditunggu-tunggu, aplikasi Snapseed muncul juga untuk android. Apa yang membuat aplikasi ini menarik untuk dinantikan?

Pertama, Snapseed merupakan salah-satu aplikasi foto editor terbaik di iOS, bahkan tahun lalu (2011) menyabet aplikasi iPad terbaik di Appmarket. Alasan kedua,

9.6.11

Postagram for Android

Mungkin untuk pengguna iPhone, apa lagi instragamers tidak asing dengan aplikasi Postagram. Postagram adalah aplikasi yang mencetak dan mengirim postcard dari Instagram. Mungkin kalau postcard atau kartu pos biasa tidak akan menarik lagi saat ini, tapi tentu berbeda jika kartu pos tsb hasil foto, karena bersifat personal dan memiliki emosional tertentu.

Aplikasi ini sekarang hadir pada Android, bersamaan dengan updatenya Postagram 2.0 iPhone. Kalau sebelumnya khusus dari foto-foto Instagram saja yang dapat dikirim ke Postagram, maka update yang terbaru dengan luas dapat mengakses foto pada galeri iPhone dan Android anda. Bahkan dapat terhubung dengan Facebook untuk mencetak foto dari galeri foto Facebook anda.

24.2.11

App: Pudding Camera v1.0.1


20110225130638

Baru saja dapat mention dari kang Lutfi kalo ada app android yang mirip Hipstamatic. Penasaran, langsung saya cari di market. Namanya Pudding Camera versi 1.0.1. Minimum spec running well di OS 2.2.
Ternyata Pudding Camera ini bukan aplikasi baru. Pertama kali nongol 20 Agustus 2010, tapi bukan di Android, melainkan di Apple Store, dan aplikasi ini termasuk aplikasi bintang lima di sana. Cool!
Aplikasi ini gratis (kalo melihat versinya sih dalam waktu dekat pasti akan keluar versi full versionya) dan terbilang sangat bagus hasilnya. Selain dapat memilih model kamera dan lensa, kita juga dapat memilih jenis film yang dipakai.
Mungkin karena interfacenya menarik, sehingga kompensasinya ada di besar data aplikasinya yang sampai 10MB! *pingsan* Mungkin itu juga sebabnya aplikasinya kura snapy.
Tapi hasilnya crot euy. Saya belum explor lebih jauh Pudding Camera, tapi dari beberapa kali jepret hasilnya crot!
Ini beberapa hasil foto pudding camera.
Plus
- interface ok
- hasil foto di atas rata2
Minus
- berat
- masih versi lite
3,5 dari 5.

Lomo A la Android: Action Snap v1.1 (bagian 2)




Sepuluh tahun belakkangan ini lomografi berkembang dengan sangat pesat. Tidak lain karena penggunaannya sederhana dan penggemarnya didorong memotret apa saja, di mana saja tanpa perlu pusing bagaimana hasilnya, make it fun. Hanya saja ini bukan hobi yang terbilang murah. Perlu dana khusus untuk film, mencuci/cetak foto-foto tsb, dan untuk memiliki beberapa jenis kamera Lomo yang berbeda fungsi.

Pada bagian awal pengantar Lomo a la Android, sudah saya bahas warna-warna dasar apa yang biasa muncul pada foto lomografi dan bagaimana membuat foto biasa menjadi foto Lomo secara manual. Tapi itu hanya karakter yang umum muncul pada Lomo tipe LC-A, yang paling umum digunakan. Padahal di Lomografi ada macam-macam jenis kamera untuk menghasilkan berbagai macam foto yang menarik.
Kali ini kita belajar mengenal dan memotret menggunakan dua jenis kamera Lomo, yaitu Actionsampler dan Supersumpler.

Apa itu Actionsampler dan Supersampler?


Actionsampler

Kamera ActionSampler menghasilkan foto yg terbagi menjadi empat bagian simetris (dua diatas dan dua dibawah) dalam satu kertas foto.

SuperSampler

Mirip dengan Actionsampler, kamera ini menghasilkan foto yang terbagi menjadi empat bagian dalam satu kertas. Namun, hasil dari kamera SuperSampler terbagi menjadi bagian-bagian yang sejajar.


Nah di Android juga bisa menghasilkan foto seperti ini. Caranya dengan menggunakan Aplikasi Action Snap, Versi 1.1.

Aplikasi yang baru launching awal tahun ini terbilang ringan, cuma 352KB. Bandingkan dengan aplikasi fotografi lain yang rata-rata di atas 1MB. Dan yang paling asik, aplikasi ini gratis!

Walaupun gratis bukan berarti hasilnya kacangan, malah justru sebaliknya, kecerahan dan komposisi yang dihasilkan sangat baik. Saya jarang mengedit kembali foto hasil Action Snap.

Terdapat pilihan mode normal, Actionsampler, dan mode supersampler. Itu pun masih dapat dikombinasikan dengan pilihan warna normal, sephia atau lomo. Untuk actionsampler dan supersampler dapat diatur intervalnya, mulai dari 0.1 detik sampai 5 detik.

Beberapa tips bermain dengan Action Snap
  1. Berbeda dengan aturan dasar fotografi (rule of thirds), kita justru pertama-tama harus menempatkan objek atau POI di tengah bidang kamera. Dikarenakan Actiondsampler dan Supersampler membagi foto menjadi empat bagian yang kecil.
  2. Coba bermain dengan sudut. Ini akan menimbulkan POI yang baru saat melihat hasil fotonya.
  3. Hasil Lomo lebih subjektif karena foto yang dihasilka kebanyakan kesan dan bukan pesan. Dibandingkan fotografi lain yang lebih realis, Lomografi cendrung abstraksi. Lupakan background, foreground, kedalaman dan POI. Semua itu bisa hilang atau tergantikan dengan POI yang lain setelah melihat hasilnya.


Dengan aplikasi sederhana seperti ini kita dapat bereksperimen dan membuat foto yg menarik, dan tidak kalah denga kamera Lomo.

Pro
- snappy
- menyenangkan
- good quality

cons
- menunggu untuk full versionnya yang lengkap dengan Colorsplash, Oktomat, dan Pop 9


Untuk aplikasi gratisan, Action Snap terbilang sangat sempurna. Nilai 4 dari 5.

11.2.11

5 Aplikasi Foto Terbaik di Android




Andrografi tidak terlepas dari aplikasi pendukung untuk mengambil dan mengolah foto di android. Berikut lima aplikasi terbaik di android.


#1. PicSay Pro

Aplikasi ini sudah ada sejak pertama kali android muncul, di G1. Ini aplikasi photoshop terbaik android. Selain lengkapnya pilihan pengaturan foto dan efek, aplikasi ini juga dapat digunakan secara fun dengan ketersediaan stiker dan word balloon.

Yang membuat aplikasi menjadi favorit oleh pengguna android, adalah penggunaannya yang sangat mudah. Siapapun dapat menggunakannya. Mungkin untuk yang berjari besar agak kesulitan, tapi itu bukan karena kekurangan aplikasi ini.

Foto berkualitas rendah sekalipin akan menjadi bagus setelah diedit menggunakan PicSay.
Selain itu aplikasi ini terbilang ringan dan stabil. Jarang sekali FC.


#2. Camera 360

Bisa dibilang ini aplikasi pengambil gambar terbaik yg dimililki android. Kecepatannya mengunci fokus membuat saya takjub. Saya sempat ragu kamera ini menggunakan auto fokus kalau bukan karena melihat hasil fotonya.

Kecerahan warnanya sangat real dan mendekati warna aslinya. Gambar yang dihasilkan cukup detil dan terbilang bagus. Fitur kameranya lengkap, karena yang biasa kita temukan di digicam pun saya temukan di C360, seperti composition display dan anti vibrations shooting.

Belum cukup sampai di sana, C360 masih menyediakan berbagai efek pengambilan gambar yang cukup banyak. Mulai dari mode normal dengan berbagai pilihan lensa, mode tilt-shift, color-shift, effect, sampai mode fun.

Masing-masing mode sangat mumpuni dan hasilnya terbilang sangat bagus.


#3. Vignette

Keunggulan yang mencolok dari aplikasi ini adalah kemampuannya sebagai pengambil foto dan pengolah foto. Kita tinggal load foto dari album untuk mengedit. Jika tidak ada foto yang kita inginkan di album, kita bisa langsung memotret foto dengan aplikasi ini.

Baik mode kamera maupun mode editor memiliki kemampuan yang istimewa dan di atas rata-rata. Salah-satu fitur favorit saya di Vignette adalah double shoot. Aplikasi ini mengambil dua gambar dalam satu frame. Cukup bernostalgia, mengingat jaman saya dulu perlu hati-hati mencetak dua film dalam satu foto.



#4. Tilt Shift Creator

Memang ada beberapa aplikasi yang sudah menyediakan efek ini, hanya saja terbatas. Pada Camera 360, tidak memungkinkan untuk mengedit dari album. Sedangkan pada vignette, bidang tajamnya tidak dapat digeser. Padahal efek ini sangat bagus dan dapat membuat 'mood' foto yang berbeda.

Tilt-shift creator adalah jawabannya. Aplikasi sederhana tapi bermanfaat dan memberikan nilai tambah yang besar pada foto kita.


#5. PicPlz

Walaupun kegunaannya lebih untuk photoblog dan upload ke dunia maya, namun hasil kameranya sangat bagus. Walaupun tampilannya terlalu sederhana, tapi gambar yang dihasilkan jauh di atas rata-rata aplikasi kamera.

Disediakan juga berbagai efek untuk keperluan upload gambar ke internet.


.

10.2.11

Sundroid Sunrise/Sunset $2.08



Satu lagi aplikasi sederhana tapi menarik. Fungsi utamanya menghitung matahari terbit, terbenam, senja, golden hour, sampai, moonrise & moonset, di manapun anda berada.  


Cocok untuk para fotografi, atau anda yang senang berburu, dan kegiatan outdoor lain, bahkan yang gemar astronomi. Selain itu masih ada empat widget yang disediakan, sehingga informasi yang dibutuhkan bisa langsung dilihan dari home screen saat dibutuhkan. 


Fitur-fitur yang ada dalam aplikasi ini, adalah:


  • waktu sunrise dan sunset 
  • waktu senja bahari dan astronomi 
  • Hour Golden 
  • Panjang siang hari 
  • Notifikasi untuk semua adjustment 
  • Azimuths of rise and set 
  • Waktu Moonrise dan moonset, plus fase bulan (bisa di pakai juga untuk menentukan Ramadhan) 
  • Kalender bulanan untuk menunjukkan perubahan secara daily 
  • Rangkuman Harian 
  • Empat widget bawaan 

Pro


  • mengunakan gps untuk lock location 
  • memiliki tampilan yang mudah dilihat

Cons


  • Belum ada notifikasi

 


 

1.2.11

Camera Retro (v. 3.4)


Sedikit tempat hangout di Banjarmasin, apa lagi buat yg senang berlama-lama di cafe. Entah itu untuk gebetin mba-mba barista *eh* atau seperti gw sekarang, bengong sambil nunggu pocong lewat.

Nah mumpung lagi bengong, gw keluarin android untuk cobain aplikasi yg baru gw download dari market. Namanya Camera Retro. Aplikasi pengambil gambar ini, mengaplikasikan keunikan yg terdapat dalam kamera-kamera retro.

Aplikasi ini termasuk yg favorit digunakan oleh android user, karena gratis, ringan, dan hasilnya bagus. Tapi beberapa waktu lalu, Urbian, developer Camera Retro, mengeluarkan full version dengan harga $2.99.

Pada dasarnya tampilan aplikasi ini unik. Soalnya saat mengambil gambar, bukan full view finder seperti padea kebanyakan aplikasi kamera lain. Yang ditampilkan malah body belakang kamera, lengkap dengan tombol dan aksesorisnya.


Ada empat tambahan kamera untuk efek foto yg berbeda-beda di versi berbayar ini, vintage vignetting, film scratch, black & white, dan cross processing. Masing-masing efek diwakili oleh empat jenis kamera; The Bärble (default), Littile Orange Box, Xolaroid 2000, Pinhole kamera, dan FudgeCan.


Menariknya masing-masing kamera memiliki 'camera fact'. Hitung-hitung kita mengambil gambar sambil mengenal kamera-kamera vintage. Ow iya, ada fitur kamar gelap jg loh untuk mencetak foto! Hanya saja yg dimaksudkan dg mencetak di sini, adalah menyimpa dan membagikan gambar ke pada teman.



Foto yg dihasilkan terbilang bagus, tapi memang tergantung dari cara kita mengambil gambar. Mengingat ini dibuat menyerupai kamera retro, itu artinya kamera di aplikasi ini punya banyak keterbatasan.



Camera Retro terbilang unik. Gw kasih nilai 4 dari 5. Selamat mencoba!

Tiga Tipe Aplikasi Olah Gambar



Ada tiga tipe aplikasi fotografi di smartphone. Pertama aplikasi untuk mengambil gambar, kemudian mengeditnya. Kedua, aplikasi untuk mengedit gambar yg telah ada. Dan terakhir, adalah gabungan ke dua aplikasi tsb.


Kita akan coba bahas satu-satu, termasuk beberapa contoh aplikasi terbaik dari masing-masing tipe.


Take than edit
Aplikasi ini biasanya dipilih saat user ingin yg praktis dan sedang tidak ingin repot. Tinggal capture image, langsung pilih efek yg sudah disediakan. Atau sebaliknya, efek dipilih lebih dulu sebelum capture image. Biasanya hasilnya sudah langsung dapat dilihat sebelum di save. Kendalanya adalah saat kita simpan, foto tsb tidak bisa kita kembalikan ke default untuk diedit kembali.


Aplikasi jenis ini yg paling populer, antara lain Camera 360, FX Camera, Camera Zoom, dan Camera Retro.


Load than Edit
Hampir tidak ada perbedaan dengan kebanyakan aplikasi olah gambar yg ada di komputer. Foto atau image diambil dari media storage, lalu diedit.


Biasanya aplikasi serupa ini lebih berat, karena opsi pilihan untuk efek dan edit lebih lengkap. Aplikasi ini biasanya digunaan untuk memperbaiki hasil foto, atau menambahkan nilai artistik pada sebuah foto.
Untuk tipe ini, aplikasi yg tersedia sangat banyak. Namun yg paling sering digunakan android user adalah PicSay Pro, karena pengoperasiannya mudah dan cukup stabil berjalan diberbagai tipe android. Selain itu ada Pho.to Lab, dan Photo Effect yg hasil editnya detil dan cerah.



Take & Edit 
Aplikasi ini merupakan gabungan dari dua tipe di atas. Biasanya aplikasi ini merupakan aplikas capture image, namun dapan meng-import file dari media untuk diedit.


Biasanya antara fiture pengambil gambar dan edit gambar tidak selengkap ke dua tipe aplikasi di atas. Tapi bukan berarti hasilnya pas-pasan. Cek saja Vignette yg menjadi the best apps untuk tipe ini. Walaupun efeknya tidak sebanyak Camera360 atau PicSay, tapi memiliki detil gambar yg baik.



Terakhir beberapa tips & triks dari gw:
  1. Gunakan efek sewajarnya. Terlalu banyak menggunakan efek justru sering kali malah merusak foto.
  2. Ambil lebih dari satu kali saat memotret. Hal ini karena alasan pertama, sehingga kita dapat memilih mana gambar terbaik sebelum diedit.
  3. Simpan gambar terlebih dahulu sebelum diedit. Menghindari hasil edit yg pertama tidak sesuai harapan. Selain itu kadang satu foto bisa tampil dengan berbeda-beda, sesuai dengan efek yg digunakan.
  4. Miliki ke tiga tipe aplikas ini. Tidak ada tipe yg lebih baik, karena tiganya saling mendukung dan penggunaannya dapat dikombinasikan.




Selamat berburu aplikasi!