14.4.11

5 Tips Still-Life Andrography


Banyak yang baru terjun ke dalam dunia andrografi bingung dan rancuh mendefinisikan salah-satu bagian dari fotografi ini, Still-Life Photography. Padahal secara tidak sadar mereka sudah menghasilkan foto-foto Still-Life dengan baik.

Definisi sederhana dari foto Still-Life ini adalah benda mati, yang secara luas dapat diartikan objek bentuk hidup yang tidak bergerak (mati). Ini bisa apa saja termasuk bunga, makanan, dll.


Sayangnya tidak semua foto benda mati adalah Still-Life. Still-Life dikenal sebelumnya dalam bidang seni lukis, sehingga membuat Still-Life memiliki patokan nilai seni yang berbeda dengan jenis fotografi yang lain. Berbeda dengan foto dokumentasi atau pemandangan yang POInya merupakan observasi,  objek-objek foto Still-Life hampir-hampir merupakan pengkondisian atau secara sengaja diatur/seting oleh si fotografer. Tidak heran Still-Life pun sering dibilang foto produk. 

Kenapa harus diatur?

POI foto Still-Life cendrung tidak gamblang, atau malah abstraksi, sehingga objek-objek pada StillLife sengaja diatur sedemikian rupa agar memiliki kesan tertentu bagi yang melihat. Kesan ini lah yang membuat foto StillLife terasa hidup.

Jika sebelumnya kita sudah belajar bagaimana mengatur komposisi dari sudut fotografernya, kali ini kita belajar untuk mengatur komposisi dari objeknya dalam Still-Life Andrography.


Beberapa tips di Still-Life Andrography

1. Penyederhanaan background; Salah-satu ciri dari Still-Life adalah sederhana. Semakin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulka. Background digunakan untuk mendukung penekanan pada objek, Background yang rame membuat foto menjadi sesak dan menghilangkan abstraksi foto.

2. Cahaya terarah; cahaya sisi (entah dari kanan atau kiri) selalu paling efektif untuk membuat tekstur keluar dan menciptakan variasi dinamis antara highlight dan bayangan. Penghaturan cahaya akan memungkinkan anda untuk memberikan dimensi dan kedalaman foto Still-Life.

3. Bantuan cahaya dan Sekat; untuk alasan nomor dua, ada kalanya kita perlu tambahan bantuan cahaya agar tercipta kedalaman dimensi pada objek. Bantuan ini bisa diperoleh dari opsional cahaya (seperti senter), maupun penggunaan sekat untuk mengatur datangnya cahaya. Sebenarnya ini tidak serumit yang dikatakan, karena pada perakteknya kita dapat menggunakan barang-barang disekitar kita untuk membuat sekat ini. Baik dari buku, sampai menggunakan badan kita sebagai sekat.

4.  Sudut; dua hal yang perlu diperhatikan ketika menghadapi pencahayaan, Posisi lampu untuk subjek, dan posisi subjek ke kamera. Cahaya samping akan memberikan dimensi, tapi begitu juga sudut di mana kita mengambil gambar. Sebuah foto menjadi menarik ketika kita dapat memberikan perspektif baru untuk sesuatu yang biasa, jadi jangan takut untuk bereksperimen dengan sudut.

5. Lihat dan lihat kembali; kita tidak akan pernah bisa menghasilkan foto yang baik jika kita tidak sering melihat dan mengobservasi. Entah itu karya orang lain atau karya kita sendiri. Perlu untuk melihat foto-foto terbaik dalam Still-Life dan POI apa yang ingin disampaikan kepada yang melihat. Perhatikan dengan seksama agar foto tidak rancu atau kesan yang timbul salah. 


Berikut beberapa foto dari 35 Superb Examples of Still Life Photography versi the Photo Argus.


Giuseppe Bognanni

andrewlee1967

Setelah melihat foto di atas, mungkin sebagian dari kamu sangsi kalau-kalau di Andrografi mampu menghasilkan foto serupa itu. Nah ini beberapa foto-foto Still-Life menarik yang sempat dibuat oleh teman-teman Andrografer.















foto-foto Still-Life andrography meminjam karya @LeanNst dan @johjuda.

0 komentar:

Poskan Komentar